Jumat, 28 Juli 2017

Deus de Amor: Anak yang Hilang.

Lama aku tidak pernah menangis
Karena aku tak mau dibilang lemah
Hari ini aku ingin menangis!
Di mana aku harus membelinya?
Setitik air mata saja!
Berapapun harganya!

Mataku kering bertahun-tahun
Hatiku tak ada tempat lagi untuk sayatan luka baru
keras membatu atas kegembiraan yang hilang
dan kebosanan menjalar dari waktu ke waktu
pahit yang melingkar dari ujung ke ujung
Kata kataku seperti kerikil bergerincing
di atas atap menyanyikan lagu sama, kesia-siaan.

Hari ini aku ingin menangis!
menumpahkan segala air
Karena semua cinta tanpa kuminta
memenuhi anak sungai mataku
Aku mau menjadi batang air
meninggalkan segala kebodohan dan kesombongan
memenuhi setiap haus tanpa perlu diingat.

Hari ini aku tidak bisa berhenti menangis
Dan aku tidak perduli apa kata orang
Karena Tuhan memberiku air mata
Karena semua cinta tanpa kuminta
memenuhiku hingga aku bisa
berkata; "aku cinta...!"


-Manado 2016-

Deus de Amor: Nyanyian Cinta


Biarkan aku mengairimu dengan cinta azali
Sekalipun dalam sepi ombak
Agar laut memberi air mata 
atas ingin angin kapal layarmu

Biarkan aku mengairimu dengan cinta hakiki
Sekalipun dalam gelisah elang
Agar kerapuhan manunggal dalam sepi waktu
Atas kabut bukit sunyimu

Biarkan aku mengairimu dengan cinta purba
Sekalipun dalam uzur debu gurun
Agar malam menyaji embun
Atas ladang padang pengembaraanmu

Biarkan aku mengairimu dengan cinta dadu
Sekalipun dalam sumbang angin
Agar kata tumbuh beribu sayap
Atas bayang benang jiwamu

Biarkan aku mengairimu dengan cinta tunggal
Sekalipun dalam malang matahari
Agar mata mengalirkan keabadian
Atas luka cuka jiwamu

Biarkan aku mengairimu dengan cinta, 
Semua cinta sekuat cinta sehabis cinta.

-Manado 2016-